Jumat, 14 Juni 2013

UJIAN E-GOV UNTUK MAHASISWA MAP




Mahasiswa MAP Angkatan XIX
Nama              : ASEP NANA KURNIAWAN
Kelas               : Reguler C (Kamis – Jum’at)
Ruang             : A
NPM               : 051219220

Soal ujian untuk mahasiswa MAP kelas-kelas Selasa, Kamis dan Sabtu

Jawaban ditulis pada blog masing-masing......
setiap blog akan dinilai dari adanya biodata, catatan kuliah, tugas dan jawaban ujian....

1.   Jelaskan apa landasan perundangan yang mewajibkan instansi pemerintah RI melaksanakan egov dalam pelayanan publik?

2.  Jelaskan sejarah egov di dunia dan di Indonesia

3.  Apa manfaat egov dalam penggunaan yang luas

4.  Apa saja model penyampaian egov yang umum dijumpai

5.  Apa saja kunci sukses pelaksanaan egov oleh pemerintah atau swasta/masyarakat?

6.  Jelaskan sistem informasi nasional di Indonesia

7.  Sebutkan dan jelaskan 5 portal terbaik di dunia.... portal negara apa saja yang anda ketahui....lihat buku Rahim, Citra dan Junaidi (2012)...

8.  Nyatakan di sini alamat blog anda... apa saja isinya

9.  Membuat EM4 dengan salah satu metode di blog ini... em-4 itu dikumpul paling lambat 15 juni 2013... satu orang 1 liter...
JAWABAN :
Intruksi Presiden. No. 03. Tahun 2003 Tentang Kebijaksanaan dan Strategi  pengembangan          E-Government di indonesia.

1.      Sejarah E-government
Sejak dasarwarsa 1990-an beberapa negara didunia mulai menggunakan sistem permerintahan menggunakan electronik. Tercatat negara-negara seperti amerika serikat, selandia baru, kanada, Singapura dan beberapa negara  seperti Jepang, Australia dan inggris telah menggunakan sistem pemerintahan teknologi informasi dan komunikasi. Di indonesia sejak beberapa tahun lalu tepatnya pada tahun 2003  tentang kebijakan dan strategi pengembangan e-government di indonesia sejak saat itu kebanyakan bahkan semua instansi departemen  ditingkat pusat hingga daerah-daerah mulai membangun dan mengembangkan sistem pemerintahan elektronik atau yang dikenal dengan e-government.

2.      Manfaat E-Government
E_Goferment  dibuat dan diterapkan oleh pemerintah Contoh Portal Pemerintah Singapura dan indonesia pada gambar-gambar berikut ini :
           






Gambar Portal Indonesia


 










MANFAAT YANG NYATA DARI E-GOVERNMENT

  • Memperbaiki mutu pelayanan pemerintah kepada para stakeholder-nya(masyarakat, kalangan bisnis, dan industri)
  • Meningkatkan tranparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah dalam rangka penerapan konsep Good Goverment dipemerintahan (Bebas KKN)
  • Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi yang dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan aktivitas sehari-hari
  • Memberi peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang berkepentingan
  • Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan berbagai perubahan global dan tren yang ada
  • Memberdayan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra permerintah dalam proses pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis






3.      Model Penyampaian E-Government
Model penyampaian (relasi) yang utama adalah :
Government-to-Citizen atau Government-to-Costumer (G2C), Government-to-Business(G2B), seta Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapakan dari E-Government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan serta aksesibilitas yang lebih baik dalam pelayanan politik.


https://lh6.googleusercontent.com/OudOu0iBuopfnr8pcvmJ7TdJr16IAWUyXO_j_RcWEQgZ2VELc9QLDX1GYrfkDuHJz01rcpJkgSjqeZfQKE1aupQsQZvdSilxy7-QQfL4v-p7Ba7PN1ODgNP8KuDWtjYyFw
 








Gambar Model Keterpaduan Dalam E-Gavernance



https://lh6.googleusercontent.com/n6Rp7Wp52drSkSN_Nn1gDkOreaTD-oXrpZr6qhfX08jyUc360c0EPPZNgU9y3JbKwJh87W-K1RbTLzT16AWp7tbwQnZY-ROD4oAxTEZ1mowjuhA0a4d9zC4LmboXPE8EDA
 







Gambar Jenis Layanan dalam e-government
4.      Kunci Sukses Pelaksanaan E-Government
Menurut hasil kajian dan riset dari Harvard JFK School of Government, untuk menerapkan konsep-konsep digitalisasi pada sector public, ada tiga elemen sukses yang harus dimiliki dan diperhatikan sungguh-sungguh. Masing-masing elemen sukses tersebut adalah 1) Support, 2) Capacity, dan 3) Value. Kira-kira, maksud dari unsur-unsur tersebut.

Support
Seperti yang kita tahu, arti dari kata support sendiri adalah dukungan. Hal terpenting dalam hal dukungan adalah unsur pimpinan. Pimpinan harus memiliki political will untuk mengembangkan e-government, karena hal ini akan menyangkut seluruh proses dari e-government. Artinya, pemimpin tidak saja harus pintar dalam hal pneyusunan konsep, tetapi harus juga menjadi motivator ulung pada fase pelaksanaannya (action). Tanpa adanya unsur political will, mustahil berbagai inisiatif pembangunan dan pengembangan e-Government dapat berjalan dengan mulus. Karena budaya birokrasi cenderung bekerja berdasarkan model manajemen top-down (paradigm klasik), maka jelas dukungan implementasi program e-Government yang efektif harus dimulai dari para pimpinan pemerintahan yang berada level tertinggi (Presiden, Gubernur, Walikota/Bupati). Dukungan yang dimaksud disini lebih dari dukungna omongan semata, melainkan dukungan yang diharapkan adalah dalam bentuk :
a.     Disepakatinya kerangka e-Government sebagai salah satu kunci sukses negara dalam mencapai visi dan misi bangsanya, sehingga harus diberikan prioritas tinggi sebagaimana kunci-kunci sukses lain diperlakukan. Dengan disepakatinya kerangka tersebut secara bersama, maka tingkat resistensi dimungkinkan akan kecil.
b.      Dialokasikannya sejumlah sumber daya (manusia, financial, tenaga, waktu, informasi, dan lain-lain) di setiap tataran pemerintahan untuk membangun konsep ini dengan semangat lintas sektoral.
c.      Dibangunnya berbagai infrastruktur dan superstruktural pendukung agar terciptanya lingkungan kondusif untuk mengembangkan e-Government (seperti adanya Undang-Undang yang jelas, ditugaskannya lembaga-lembaga khusus – misalnya e-Envoy atau DeTIKNas di Indonesia – sebagai penanggung jawab utama, disusunnya aturan main kerja sama dengan swasta dan lain sebagainya), dan
d.     Disosialisasikannya konsep e-Government secara merata,kontinyu, konsisten, dan menyeluruh kepada seuruh kalangan birokrat secara khusus dan masyarakat secara umum melalui berbagai kampanye yang simpatik.

Capacity
Capacity (kemampuan), yaitu keberdayaan pemerintah setempat dalam mewujudkan “impian” e-Government menjadi kenyataan. Terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki pemerintah sehubungan dengan elemen ini, yaitu :
a.     Ketersediaan sumberdaya yang cukup untuk melaksanakan berbagai inisiatif e-Government, terutama yang berkaitan dengan sumberdaya financial
b.      Ketersediaan infrastruktur teknologi informasi yang memadai karena fasilitas ini merupakan 50% dari kunci keberhasilan penerapan konsep e-Government, dan
c.      Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan agar penerapan e-Government dapat sesuai dengan asas manfaat yang diharapkan.
Namun perlu diperhatikan disini, bahwa ketiadaan salah satu dari prasyarat tersebut jangan dijadikan alas an tertundanya pemerintah dalam menerapkan e-Government. Justru dari situ, peran pemimpin akan sangat kentara kinerjanya dalam menghadapi keterbatasan seperti ini. Misalnya dengan melalui usaha-usaha kerjasama dengan swasta, bermitra dengan pemerintah daerah tetangga, merekrut SDM terbaik dari sector non public, mengalihdayakan (outsourcing) berbagai teknologi yang tidak dimiliki, dan lain sebagainya.

Value
Value (Nilai) merupakan manfaat yang secara signifikan dapat dirasakan oleh masyarakat atau pihak lain dengan adanya penerapan e-Government. Salah dalam mengerti kebutuhan masyarakat, justru akan menjadi boomerang bagi pemerintah yang berdampak pada sulitnya penerapan usaha pengembangan konsep e-Government.
Perpaduan antara ketiga elemen terpenting di atas akan membentuk sebuah nexus atau pusat syaraf jaringan e-Government yang akan menjadi kunci sukses penjamin keberhasilan. Dengan kalimat lain, pengalaman memperlihatkan bahwa jika elemen yang menjadi focus sebuah pemerintah yang berusaha menerapkan konsep e-Government berada di luar area tersebut (ketiga elemen pembentuk nexus), maka kemungkinan (probability) kegagalan proyek tersebut akan semakin tinggi.









5.      Sistem Informasi Nasional di Indonesia
Definisi dari Sistem Informasi serta tujuan dan manfaat dari Sistem Informasi.
berikut adalah pengertian Sistem Informasi dari beberapa pakar:

Pengertian sistem informasi menurut John F. Nash
Sistem Informasi adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.

Pengertian sistem informasi menurut Henry Lucas
Sistem Informasi adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam organisasi.

Jadi Sistem Informasi itu adalah suatu kegiatan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi yang berjalan sesuai prosedur yang nantinya akan menyediakan sebuah informasi yang di gunakan untuk mengambil sebuah keputusan.

sedangkan Sistem Informasi Nasional adalah suatu kegiatan yang di lakukan oleh sebuah negara yang memanfaatkan dan mengintegrasikan segala sumber daya manusia, teknologi, jaringan infrastruktur untuk dapat mendukung tercapainya Penyediaan Informasi untuk mendukung pengambilan sebuah keputusan untuk kemajuan bangsa.

Namun apakah semua sudah berjalan dengan On Track di Indonesia ini ? 
Baiklah mari kita lihat di sekeliling saja tak usah jauh jauh sampai membahas para instansi yang besar karena saya belum mengetahui seluk beluknya sampai sana.

Jika kita ingin memperpanjang KTP saja dan datang ke RT/RW untuk meminta surat pengantar ke kecamatan dan keluarahan, sesampainya di rumah Pak RT kita bisa lihat ketika si Pak RT ingin mengeluarkan surat pengantar beliau harus melihat buku yang di dalamnya tercatat nomor surat yang sebelumnya pernah di buat. gimana nih kalu tuh buku tau - tau ilang atau Pak RT lupa naronya, bisa rumit dah acara yang terbilang sangat simple, yaitu buat surat pengantar.

kalau di singgung lagi tentang pemanfaatan teknologi di jaman yang katanya teknologi sudah maju dengan pesat di sektor RT yang merupakan wilayah administratif terkecil dari negara ini untuk dapat mengimplementasikan sebuah Sistem Informasi yang baik.

Seharusnya urusan birokrasi sepele seperti membuat surat di tingkat RT, RW dapat berjalan dengan lancar apabila sudah memanfaatkanya penggunaan teknologi. dan juga masalah kependudukan di wilayah RT RW saja terkadang bisa menjadi masalah berarti apalagi sampai tingkat kecamatan,keluarahan,kabupaten dan Kotamadya.

untuk masalah kependudukan saja seorang Pak RT pasti mempunyai "Buku Warisan" dari kepala RT sebelumnya yang sangat besar dan tebal yang didalamnya terdapat data - data penduduk dari tahun berapa tak jelas sampai saat dia menjabat. didalamanya juga tidak bisa dijamin 90% tentang ke validan data penduduk yang ada, entah penduduk yang sudah pindah, data penduduk pengontrak  atau data penduduk yang sudah meninggal. sehingga terkadang si Pak RT di buat bingung sendiri dengan data kependudukanya  pada saat momen tertentu seperti saat pemilu dimana disana di butuhkan data bagi para pemilih di wilayahnya.

Tak usahlah Pemerintah membuat sebuah sistem berbasis nasional, di mulailah mengintegrasikan teknologi dari hal - hal kecil yang terkadang dianggap sepele namun bermanfaat sampai ketingkat atas. seharusnya jika dari pihak RT saja sudah mempunyai sebuah sistem yang baik dalam menghandle semua urusan administratif dan terus terintegrasi sampai tingkat - tingkat diatasnya(RW, kecamatan, kelurahan etc) saya yakin Bangsa ini bisa mencapai sebuah kata Sukses dalam menjalankan Sistem Informasi Nasional.














6.      5 Portal Terbaik di Dunia
  • Afrika Utara
      • Rata-rata e-government diafrika masih dibawah rata-rata dunia. Mesir memimpin wilayah ini dengan nilai 0,4767, salah satunya disebabkan pernaikan dalam web measure indeksnya.
  • Afrika Tengah  
      • Afrika tengah jauh dibawah rata-rata dunia (0.4514). nilai tertinggi dicapai oleh angola(0.3328), diikuti gabon (0,3228) portal kementerian tenaga kerja dan kesejahteraan sosial angola http://www.mapes.gv.ao memperoleh nilai tertinggi. Portal ini mampu menyajikan bagi penduduk one stop shop website, juga seksi berita dan arsip-arsip informasi.
  • Afrika Timur
      • Kawasan afrika timur masih di bawah rata-rata dunia nilai tertinggi dicapai oleh mauritius dibawah (0.5086) dan disusul seychelles (0.4942) pemerintah kenya telah meningkatkan kehadiran portalnya sehingga memberikan manfaat bagi penduduk dan pengunjung situs tersebut
  • Afrika Selatan
      • Wilayah ini dipimpin oleh negara afrika selatan (0.5115), diikuti lesotho(0.3805) situs kementrian keuangan lesotho, http://www.finance.gov.ls menyajikan warga negaranya untuk mendownload form dan mengakses financial, mencari arsip informasi dan mengajukan bagian-bagian baru: mekanisme online feedback yang memungkinkan penduduk untuk menanyakan sesuatu dan membuat saran-saran.
  • Afrika Barat
      • Wilayah afrika barat memiliki indeks rata-rata terkecil. Cape verde (0.4158) memimpin nilai, diikuti nigeria(0.3063) dan ghana(0.2997). portal nasional burkina faso www.primature.gov.bf adalah satu-satunya portal yang memungkinkan konsultasi online situs kementerian keuangan cape verde, http://www.minfin.cv. Telah dibuat menjadi one-stop shop dengan downloadble financial form dan statistic, serta akses ke basis data kementerian dan arsip infomasi.


  • Karabia
      • Barbados (0.5667) memimpin wilayah ini tertama karena kekuatannya dalam education index dan infrastructure index. Republik dominika memiliki web measure index tertinggi diwilayah ini situs kemeterian kesehatan trinidad dan tabago http://www.health.gov.tt mendorong partisipasi penduduk dengan mentediakan klip video kesehatan sesuai isu dan menawarkan item-item berita.





 





















8.       Membuat EM4
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhk8BLT8XCHT47PuFkdK6PZERvu_biUh2CxBCu5L_NlTnC43IHtovteKF0evtWCRHDGZq6wogXwu2YnVCdPUJyCukXjlSZvZwpc2JeaEUZLzHG62_2NGs5tlRK2oNOr1RmEitlmFQJ6EjM/s1600/Pupuk+Organik.jpgCara Sederhana Membuat Pupuk Organik










Cara Pembuatan Pupuk Organik (Bokashi) secara sederhana :


Bahan :
1. Jerami, dipotong sepanjang 5-10 cm (20 bagian)
2. Dedak (1 bagian)
3. Sekam (20 bagian)
4. Gula pasir (5 sendok makan)
5. EM4 (5 semdok makan)
6. Air (20 liter)








Cara Pembuatan :
1. Larutkan EM4 dan gula ke dalam air
2. Campur jerami, sekam dan dedak sampai merata
3. Siram adonan dengan larutan EM 4 sampai kandungan air adonan mencapai 50 % atau bila adonan dikepal air tidak menetes dari adonan dan bila kepalan dilepas adonan akan merekah/megar.
4. Adonan digundukkan di atas ubin kering dengan ketinggian 15-20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari.
5. Suhu adonan dicek setiap 5 jam sekali. Pertahankan suhu adonan
40-50o C, bila suhu lebih dari 50o C karung penutup dibuka lalu adonan dibolak-balik, kemudian ditutup kembali.
6. Setelah 4 hari bokashi selesai terfermentasi dan dapat digunakan sebagai pupuk.

Bahan-bahan organik lainnya dapat dibuat bokashi dengan campuran bahan serta cara membuat seperti di atas.
Dapat pula dibuat bokashi ekspres (matang dalam 24 jam) dengan komposisi bahan sbb :
- Bokashi jadi (20 bagian)
- Jerami/daun kering/sekam/serbuk gergaji atau bahan lain yang dapat difermentasi (20 bagian)
- Dedak (2 bagian)
- Gula pasir (5 sendok makan)
- Air (20 liter)

Cara membuat sama dengan di atas.






Cara Penggunaan
Bokashi dapat disebar merata di atas permukaan tanah dengan dosis 3-4 genggam /meter persegi. Pada tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih banyak. Kemudian tanah dicangkul atau dibajak, untuk mencampurkan bokashi. Pada tanah sawah pemberian bokahi dilakukan pada saat pembajakan dan setelah tanaman berumur 14 hari dan 1 bulan. Setelah bokashi disebar, semprotkan 2 cc EM4/Liter air ke dalam tanah. Seminggu kemudian bibit siap ditanam.
Untuk tanaman buah-buahan, bokashi disebar merata di permukaan tanah/perakaran tanaman. Penyiraman dengan EM 4 (2 cc EM4/Liter ) dilakukan tiap 2 minggu sekali.

SUMBER : http://pertanianpurworejo.blogspot.com/2013/02/cara-sederhana-membuat-pupuk-organik.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar