Mahasiswa
MAP Angkatan XIX
Nama
: ASEP
NANA KURNIAWAN
Kelas
: Reguler C
(Kamis – Jum’at)
Ruang : A
NPM
: 051219220
Soal ujian untuk mahasiswa MAP kelas-kelas
Selasa, Kamis dan Sabtu
Jawaban ditulis pada blog masing-masing......
Jawaban ditulis pada blog masing-masing......
setiap blog akan dinilai dari adanya biodata,
catatan kuliah, tugas dan jawaban ujian....
1. Jelaskan apa landasan perundangan yang mewajibkan instansi pemerintah RI melaksanakan egov dalam pelayanan publik?
2. Jelaskan sejarah egov di dunia dan di Indonesia
3. Apa manfaat egov dalam penggunaan yang luas
4. Apa saja model penyampaian egov yang umum dijumpai
5. Apa saja kunci sukses pelaksanaan egov oleh pemerintah atau swasta/masyarakat?
6. Jelaskan sistem informasi nasional di Indonesia
7. Sebutkan dan jelaskan 5 portal terbaik di dunia.... portal negara apa saja yang anda ketahui....lihat buku Rahim, Citra dan Junaidi (2012)...
8. Nyatakan di sini alamat blog anda... apa saja isinya
9. Membuat EM4 dengan salah satu metode di blog ini... em-4 itu dikumpul paling lambat 15 juni 2013... satu orang 1 liter...
1. Jelaskan apa landasan perundangan yang mewajibkan instansi pemerintah RI melaksanakan egov dalam pelayanan publik?
2. Jelaskan sejarah egov di dunia dan di Indonesia
3. Apa manfaat egov dalam penggunaan yang luas
4. Apa saja model penyampaian egov yang umum dijumpai
5. Apa saja kunci sukses pelaksanaan egov oleh pemerintah atau swasta/masyarakat?
6. Jelaskan sistem informasi nasional di Indonesia
7. Sebutkan dan jelaskan 5 portal terbaik di dunia.... portal negara apa saja yang anda ketahui....lihat buku Rahim, Citra dan Junaidi (2012)...
8. Nyatakan di sini alamat blog anda... apa saja isinya
9. Membuat EM4 dengan salah satu metode di blog ini... em-4 itu dikumpul paling lambat 15 juni 2013... satu orang 1 liter...
JAWABAN :
Intruksi Presiden. No. 03. Tahun 2003 Tentang Kebijaksanaan dan Strategi pengembangan E-Government di indonesia.
Intruksi Presiden. No. 03. Tahun 2003 Tentang Kebijaksanaan dan Strategi pengembangan E-Government di indonesia.
1. Sejarah E-government
Sejak dasarwarsa 1990-an
beberapa negara didunia mulai menggunakan sistem permerintahan menggunakan
electronik. Tercatat negara-negara seperti amerika serikat, selandia baru,
kanada, Singapura dan beberapa negara seperti Jepang, Australia dan
inggris telah menggunakan sistem pemerintahan teknologi informasi dan
komunikasi. Di indonesia sejak beberapa tahun lalu tepatnya pada tahun 2003
tentang kebijakan dan strategi pengembangan e-government di indonesia
sejak saat itu kebanyakan bahkan semua instansi departemen ditingkat
pusat hingga daerah-daerah mulai membangun dan mengembangkan sistem
pemerintahan elektronik atau yang dikenal dengan e-government.
2. Manfaat E-Government
E_Goferment dibuat dan diterapkan oleh
pemerintah Contoh Portal Pemerintah Singapura dan indonesia pada gambar-gambar
berikut ini :
Gambar Portal Indonesia
![]() |
Gambar Portal Singapura oleh
Pemerintahan Singapura
MANFAAT YANG NYATA DARI E-GOVERNMENT
- Memperbaiki mutu pelayanan pemerintah kepada para stakeholder-nya(masyarakat, kalangan bisnis, dan industri)
- Meningkatkan tranparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah dalam rangka penerapan konsep Good Goverment dipemerintahan (Bebas KKN)
- Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi, dan interaksi yang dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan aktivitas sehari-hari
- Memberi peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang berkepentingan
- Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat secara cepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan dengan berbagai perubahan global dan tren yang ada
- Memberdayan masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra permerintah dalam proses pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis
3. Model Penyampaian
E-Government
Model
penyampaian (relasi) yang utama adalah :
Government-to-Citizen
atau Government-to-Costumer (G2C), Government-to-Business(G2B), seta
Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapakan dari
E-Government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan serta aksesibilitas yang
lebih baik dalam pelayanan politik.
![]() |
Gambar Model Keterpaduan Dalam E-Gavernance
![]() |
Gambar Jenis Layanan dalam e-government
4. Kunci Sukses Pelaksanaan
E-Government
Menurut hasil kajian dan
riset dari Harvard JFK School of Government, untuk menerapkan konsep-konsep
digitalisasi pada sector public, ada tiga elemen sukses yang harus dimiliki dan
diperhatikan sungguh-sungguh. Masing-masing elemen sukses tersebut adalah 1)
Support, 2) Capacity, dan 3) Value. Kira-kira, maksud dari unsur-unsur
tersebut.
Support
Seperti yang kita tahu,
arti dari kata support sendiri adalah dukungan. Hal terpenting dalam hal
dukungan adalah unsur pimpinan. Pimpinan harus memiliki political will untuk
mengembangkan e-government, karena hal ini akan menyangkut seluruh proses dari
e-government. Artinya, pemimpin tidak saja harus pintar dalam hal pneyusunan
konsep, tetapi harus juga menjadi motivator ulung pada fase pelaksanaannya (action).
Tanpa adanya unsur political will, mustahil berbagai inisiatif pembangunan
dan pengembangan e-Government dapat berjalan dengan mulus. Karena budaya
birokrasi cenderung bekerja berdasarkan model manajemen top-down (paradigm
klasik), maka jelas dukungan implementasi program e-Government yang efektif
harus dimulai dari para pimpinan pemerintahan yang berada level tertinggi
(Presiden, Gubernur, Walikota/Bupati). Dukungan yang dimaksud disini lebih dari
dukungna omongan semata, melainkan dukungan yang diharapkan adalah dalam bentuk
:
a.
Disepakatinya kerangka e-Government sebagai salah satu kunci sukses negara
dalam mencapai visi dan misi bangsanya, sehingga harus diberikan prioritas
tinggi sebagaimana kunci-kunci sukses lain diperlakukan. Dengan disepakatinya
kerangka tersebut secara bersama, maka tingkat resistensi dimungkinkan akan
kecil.
b.
Dialokasikannya sejumlah sumber daya (manusia, financial, tenaga, waktu,
informasi, dan lain-lain) di setiap tataran pemerintahan untuk membangun konsep
ini dengan semangat lintas sektoral.
c.
Dibangunnya berbagai infrastruktur dan superstruktural pendukung agar
terciptanya lingkungan kondusif untuk mengembangkan e-Government (seperti
adanya Undang-Undang yang jelas, ditugaskannya lembaga-lembaga khusus –
misalnya e-Envoy atau DeTIKNas di Indonesia – sebagai penanggung jawab utama,
disusunnya aturan main kerja sama dengan swasta dan lain sebagainya), dan
d.
Disosialisasikannya konsep e-Government secara merata,kontinyu, konsisten, dan
menyeluruh kepada seuruh kalangan birokrat secara khusus dan masyarakat secara
umum melalui berbagai kampanye yang simpatik.
Capacity
Capacity (kemampuan),
yaitu keberdayaan pemerintah setempat dalam mewujudkan “impian” e-Government
menjadi kenyataan. Terdapat tiga hal penting yang harus dimiliki pemerintah
sehubungan dengan elemen ini, yaitu :
a.
Ketersediaan sumberdaya yang cukup untuk melaksanakan berbagai inisiatif
e-Government, terutama yang berkaitan dengan sumberdaya financial
b.
Ketersediaan infrastruktur teknologi informasi yang memadai karena fasilitas
ini merupakan 50% dari kunci keberhasilan penerapan konsep e-Government, dan
c.
Ketersediaan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keahlian yang
dibutuhkan agar penerapan e-Government dapat sesuai dengan asas manfaat yang
diharapkan.
Namun perlu diperhatikan
disini, bahwa ketiadaan salah satu dari prasyarat tersebut jangan dijadikan
alas an tertundanya pemerintah dalam menerapkan e-Government. Justru dari situ,
peran pemimpin akan sangat kentara kinerjanya dalam menghadapi keterbatasan
seperti ini. Misalnya dengan melalui usaha-usaha kerjasama dengan swasta,
bermitra dengan pemerintah daerah tetangga, merekrut SDM terbaik dari sector
non public, mengalihdayakan (outsourcing) berbagai teknologi yang tidak
dimiliki, dan lain sebagainya.
Value
Value (Nilai) merupakan
manfaat yang secara signifikan dapat dirasakan oleh masyarakat atau pihak lain
dengan adanya penerapan e-Government. Salah dalam mengerti kebutuhan
masyarakat, justru akan menjadi boomerang bagi pemerintah yang berdampak pada
sulitnya penerapan usaha pengembangan konsep e-Government.
Perpaduan antara ketiga
elemen terpenting di atas akan membentuk sebuah nexus atau pusat syaraf
jaringan e-Government yang akan menjadi kunci sukses penjamin keberhasilan.
Dengan kalimat lain, pengalaman memperlihatkan bahwa jika elemen yang menjadi
focus sebuah pemerintah yang berusaha menerapkan konsep e-Government berada di
luar area tersebut (ketiga elemen pembentuk nexus), maka kemungkinan (probability)
kegagalan proyek tersebut akan semakin tinggi.
5. Sistem Informasi
Nasional di Indonesia
Definisi dari Sistem
Informasi serta tujuan dan manfaat dari Sistem Informasi.
berikut adalah
pengertian Sistem Informasi dari beberapa pakar:
Pengertian sistem
informasi menurut John F. Nash
Sistem Informasi
adalah kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi, media, prosedur
dan pengendalian yang bermaksud menata jaringan komunikasi yang penting, proses
atas transaksi-transaksi tertentu dan rutin, membantu manajemen dan pemakai
intern dan ekstern dan menyediakan dasar pengambilan keputusan yang tepat.
Pengertian sistem
informasi menurut Henry Lucas
Sistem Informasi
adalah suatu kegiatan dari prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana
dieksekusi akan menyediakan informasi untuk mendukung pengambilan keputusan dan
pengendalian di dalam organisasi.
Jadi Sistem Informasi
itu adalah suatu kegiatan kombinasi dari manusia, fasilitas atau alat teknologi
yang berjalan sesuai prosedur yang nantinya akan menyediakan sebuah informasi
yang di gunakan untuk mengambil sebuah keputusan.
sedangkan Sistem
Informasi Nasional adalah suatu kegiatan yang di lakukan oleh sebuah negara
yang memanfaatkan dan mengintegrasikan segala sumber daya manusia, teknologi,
jaringan infrastruktur untuk dapat mendukung tercapainya Penyediaan Informasi
untuk mendukung pengambilan sebuah keputusan untuk kemajuan bangsa.
Namun apakah semua
sudah berjalan dengan On Track di Indonesia ini ?
Baiklah mari kita
lihat di sekeliling saja tak usah jauh jauh sampai membahas para instansi yang
besar karena saya belum mengetahui seluk beluknya sampai sana.
Jika kita ingin
memperpanjang KTP saja dan datang ke RT/RW untuk meminta surat pengantar ke
kecamatan dan keluarahan, sesampainya di rumah Pak RT kita bisa lihat ketika si
Pak RT ingin mengeluarkan surat pengantar beliau harus melihat buku yang di
dalamnya tercatat nomor surat yang sebelumnya pernah di buat. gimana nih kalu
tuh buku tau - tau ilang atau Pak RT lupa naronya, bisa rumit dah acara yang
terbilang sangat simple, yaitu buat surat pengantar.
kalau di singgung lagi
tentang pemanfaatan teknologi di jaman yang katanya teknologi sudah maju dengan
pesat di sektor RT yang merupakan wilayah administratif terkecil dari negara
ini untuk dapat mengimplementasikan sebuah Sistem Informasi yang baik.
Seharusnya urusan
birokrasi sepele seperti membuat surat di tingkat RT, RW dapat berjalan dengan
lancar apabila sudah memanfaatkanya penggunaan teknologi. dan juga masalah
kependudukan di wilayah RT RW saja terkadang bisa menjadi masalah berarti
apalagi sampai tingkat kecamatan,keluarahan,kabupaten dan Kotamadya.
untuk masalah
kependudukan saja seorang Pak RT pasti mempunyai "Buku Warisan" dari
kepala RT sebelumnya yang sangat besar dan tebal yang didalamnya terdapat data
- data penduduk dari tahun berapa tak jelas sampai saat dia menjabat.
didalamanya juga tidak bisa dijamin 90% tentang ke validan data penduduk yang
ada, entah penduduk yang sudah pindah, data penduduk pengontrak atau data
penduduk yang sudah meninggal. sehingga terkadang si Pak RT di buat bingung sendiri
dengan data kependudukanya pada saat momen tertentu seperti saat pemilu
dimana disana di butuhkan data bagi para pemilih di wilayahnya.
Tak usahlah Pemerintah
membuat sebuah sistem berbasis nasional, di mulailah mengintegrasikan teknologi
dari hal - hal kecil yang terkadang dianggap sepele namun bermanfaat sampai
ketingkat atas. seharusnya jika dari pihak RT saja sudah mempunyai sebuah
sistem yang baik dalam menghandle semua urusan administratif dan terus
terintegrasi sampai tingkat - tingkat diatasnya(RW, kecamatan, kelurahan etc)
saya yakin Bangsa ini bisa mencapai sebuah kata Sukses dalam menjalankan Sistem
Informasi Nasional.
6. 5 Portal Terbaik di
Dunia
- Afrika Utara
- Rata-rata e-government diafrika masih dibawah rata-rata dunia. Mesir memimpin wilayah ini dengan nilai 0,4767, salah satunya disebabkan pernaikan dalam web measure indeksnya.
- Afrika Tengah
- Afrika tengah jauh dibawah rata-rata dunia (0.4514). nilai tertinggi dicapai oleh angola(0.3328), diikuti gabon (0,3228) portal kementerian tenaga kerja dan kesejahteraan sosial angola http://www.mapes.gv.ao memperoleh nilai tertinggi. Portal ini mampu menyajikan bagi penduduk one stop shop website, juga seksi berita dan arsip-arsip informasi.
- Afrika Timur
- Kawasan afrika timur masih di bawah rata-rata dunia nilai tertinggi dicapai oleh mauritius dibawah (0.5086) dan disusul seychelles (0.4942) pemerintah kenya telah meningkatkan kehadiran portalnya sehingga memberikan manfaat bagi penduduk dan pengunjung situs tersebut
- Afrika Selatan
- Wilayah ini dipimpin oleh negara afrika selatan (0.5115), diikuti lesotho(0.3805) situs kementrian keuangan lesotho, http://www.finance.gov.ls menyajikan warga negaranya untuk mendownload form dan mengakses financial, mencari arsip informasi dan mengajukan bagian-bagian baru: mekanisme online feedback yang memungkinkan penduduk untuk menanyakan sesuatu dan membuat saran-saran.
- Afrika Barat
- Wilayah afrika barat memiliki indeks rata-rata terkecil. Cape verde (0.4158) memimpin nilai, diikuti nigeria(0.3063) dan ghana(0.2997). portal nasional burkina faso www.primature.gov.bf adalah satu-satunya portal yang memungkinkan konsultasi online situs kementerian keuangan cape verde, http://www.minfin.cv. Telah dibuat menjadi one-stop shop dengan downloadble financial form dan statistic, serta akses ke basis data kementerian dan arsip infomasi.
- Karabia
- Barbados (0.5667) memimpin wilayah ini tertama karena kekuatannya dalam education index dan infrastructure index. Republik dominika memiliki web measure index tertinggi diwilayah ini situs kemeterian kesehatan trinidad dan tabago http://www.health.gov.tt mendorong partisipasi penduduk dengan mentediakan klip video kesehatan sesuai isu dan menawarkan item-item berita.
![]() |
8. Membuat
EM4
Cara Pembuatan Pupuk Organik
(Bokashi) secara sederhana :
Bahan :
1. Jerami, dipotong sepanjang 5-10 cm (20 bagian)
2. Dedak (1 bagian)
3. Sekam (20 bagian)
4. Gula pasir (5 sendok makan)
5. EM4 (5 semdok makan)
6. Air (20 liter)
Bahan :
1. Jerami, dipotong sepanjang 5-10 cm (20 bagian)
2. Dedak (1 bagian)
3. Sekam (20 bagian)
4. Gula pasir (5 sendok makan)
5. EM4 (5 semdok makan)
6. Air (20 liter)
Cara Pembuatan :
1. Larutkan EM4 dan gula ke dalam air
2. Campur jerami, sekam dan dedak sampai merata
3. Siram adonan dengan larutan EM 4 sampai kandungan air adonan mencapai 50 % atau bila adonan dikepal air tidak menetes dari adonan dan bila kepalan dilepas adonan akan merekah/megar.
4. Adonan digundukkan di atas ubin kering dengan ketinggian 15-20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari.
5. Suhu adonan dicek setiap 5 jam sekali. Pertahankan suhu adonan 40-50o C, bila suhu lebih dari 50o C karung penutup dibuka lalu adonan dibolak-balik, kemudian ditutup kembali.
6. Setelah 4 hari bokashi selesai terfermentasi dan dapat digunakan sebagai pupuk.
Bahan-bahan organik lainnya dapat dibuat bokashi dengan campuran bahan serta cara membuat seperti di atas.
Dapat pula dibuat bokashi ekspres (matang dalam 24 jam) dengan komposisi bahan sbb :
- Bokashi jadi (20 bagian)
- Jerami/daun kering/sekam/serbuk gergaji atau bahan lain yang dapat difermentasi (20 bagian)
- Dedak (2 bagian)
- Gula pasir (5 sendok makan)
- Air (20 liter)
Cara membuat sama dengan di atas.
1. Larutkan EM4 dan gula ke dalam air
2. Campur jerami, sekam dan dedak sampai merata
3. Siram adonan dengan larutan EM 4 sampai kandungan air adonan mencapai 50 % atau bila adonan dikepal air tidak menetes dari adonan dan bila kepalan dilepas adonan akan merekah/megar.
4. Adonan digundukkan di atas ubin kering dengan ketinggian 15-20 cm, kemudian ditutup dengan karung goni selama 3-4 hari.
5. Suhu adonan dicek setiap 5 jam sekali. Pertahankan suhu adonan 40-50o C, bila suhu lebih dari 50o C karung penutup dibuka lalu adonan dibolak-balik, kemudian ditutup kembali.
6. Setelah 4 hari bokashi selesai terfermentasi dan dapat digunakan sebagai pupuk.
Bahan-bahan organik lainnya dapat dibuat bokashi dengan campuran bahan serta cara membuat seperti di atas.
Dapat pula dibuat bokashi ekspres (matang dalam 24 jam) dengan komposisi bahan sbb :
- Bokashi jadi (20 bagian)
- Jerami/daun kering/sekam/serbuk gergaji atau bahan lain yang dapat difermentasi (20 bagian)
- Dedak (2 bagian)
- Gula pasir (5 sendok makan)
- Air (20 liter)
Cara membuat sama dengan di atas.
Cara Penggunaan
Bokashi dapat disebar merata di atas permukaan tanah dengan dosis 3-4 genggam /meter persegi. Pada tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih banyak. Kemudian tanah dicangkul atau dibajak, untuk mencampurkan bokashi. Pada tanah sawah pemberian bokahi dilakukan pada saat pembajakan dan setelah tanaman berumur 14 hari dan 1 bulan. Setelah bokashi disebar, semprotkan 2 cc EM4/Liter air ke dalam tanah. Seminggu kemudian bibit siap ditanam.
Untuk tanaman buah-buahan, bokashi disebar merata di permukaan tanah/perakaran tanaman. Penyiraman dengan EM 4 (2 cc EM4/Liter ) dilakukan tiap 2 minggu sekali.
Bokashi dapat disebar merata di atas permukaan tanah dengan dosis 3-4 genggam /meter persegi. Pada tanah yang kurang subur dapat diberikan lebih banyak. Kemudian tanah dicangkul atau dibajak, untuk mencampurkan bokashi. Pada tanah sawah pemberian bokahi dilakukan pada saat pembajakan dan setelah tanaman berumur 14 hari dan 1 bulan. Setelah bokashi disebar, semprotkan 2 cc EM4/Liter air ke dalam tanah. Seminggu kemudian bibit siap ditanam.
Untuk tanaman buah-buahan, bokashi disebar merata di permukaan tanah/perakaran tanaman. Penyiraman dengan EM 4 (2 cc EM4/Liter ) dilakukan tiap 2 minggu sekali.
SUMBER
: http://pertanianpurworejo.blogspot.com/2013/02/cara-sederhana-membuat-pupuk-organik.html





Tidak ada komentar:
Posting Komentar